Pertemuan Darurat WHO tentang MERS CoV

candrayoga

 

Sebagaimana yang dikutip oleh beberapa Media kita, besok 16 Juni 2015 WHO mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi MERS CoV di Korea.

Saya adalah salah seorang anggota WHO MERS Emergency Committee‎, yang tdd 17 pakar internasional berbagai negara di dunia, yang Selasa 16 Juni akan menyelenggarakan rapat bersama secara teleconference.

Kebetulan pada 15 Juni 2015 malam ini (setelah sejak kemarin sampai siang ini saya di Lampung mendampingi Kunjungan Kerja Ibu Menkes) saya akan berangkat ke New Delhi untuk mengikuti rapat pakar Anti Microbial Resistance (AMR) di WHO South East Asia Regional Office di New Delhi tanggal 16 dan 17 Juni, dimana saya adalah anggota Technical Advisory Group WHO SEARO on AMR.
Artinya, saya akan mengikuti teleconference WHO MERS Emergency Committe sambil bertugas di New Delhi, mungkin saya akan menggunakan telpon di KBRI kita atau di kantor WHO di sana. ‎ Teleconference ini akan memberi anjuran up to date tentang penanggulangan MERS CoV di Korea dan juga di dunia.

‎Data terakhir ada 145 kasus MERS di Korea Selatan 14 diantaranya meninggal dunia, Case Fatality Rate hampir 10%. Angka kematian ini tentu masih dibawah angka rata2 kematian MERS di dunia yaitu 36%, dan juga lebih rendah dari angka kematian MERS di Arab Saudi yaitu 44%.

Prof dr Tjandra Yoga Aditama
SpP (K) , MARS, DTM&H, DCE
– Member, WHO Emergency Committe on MERS CoV
– Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan

Sumber : http://www.litbang.depkes.go.id/content/3-perkembangan-mers-cov-di-korea

Tiga Perkembangan MERS CoV di Korea

 

I. jumlah kasus terus meningkat, pada 13 Juni ini sudah menjadi 138 orang (dari bermula hanya dari 1 orang saja), dengan 12 meninggal dunia‎ (angka kematian mendekati 10%).

II. untuk pertama kali di Korea ada kasus MERS pada :
a. wanita hamil ,
b. murid Sekolah Dasar‎
c. supir ambulans yang membawa pasien MERS ke RS Samsung Medical Center

III. Team WHO sudah datang ke Korea, dan rekomendasi awal team di bidang kesehatan adalah :
1. pengendalian dan pencegahan infeksi harus terus ditingkatkan di SELURUH fasilitas pelayanan kesehatan
2. SEMUA pasien dengan deman atau keluhan pernapasan harus ditanya tentang :
‎- riwayat kontak dengan pasien MERS
– apa pernah berkunjung ke RS yang mengobati pasien MERS
– riwayat kunjungan ke Timur Tengah dalam 14 hari sebelumnya
Bila salah satu di atas positif maka pasien harus ditangani seksama dan diperiksa apakah ada MERS
III.‎ Mereka yang tidak ada gejala apa-apa tapi pernah kontak dengan pasien MERS, tidak bepergian selama masa pengamatan
Rekomendasi ini bernada seperti standard pada umumnya, tapi sebenarnya pelaksanaannya merupakan kegiatan amat besar, karena bisa saja ada ribuan fasilitas pelayanan kesehatan yang harus mengikuti anjuran point 1, dan ada ribuan orang pula yang sedang demam atau gejala pernapasan dan harus diawasi untuk mengikuti anjuran point 2. Jadi ini merupakan mobilisasi sistem kesehatan yang masif, supaya wabah MERS dapat tertanggulangi di Korea Selatan.

Prof dr Tjandra Yoga Aditama
SpP (K) , MARS, DTM&H, DCE
– Member, WHO Emergency Committe on MERS CoV
– Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan

Sumber : http://www.litbang.depkes.go.id/content/3-perkembangan-mers-cov-di-korea