Peduli Kasih IDI Kab.Bekasi
(Bekasi/04/10) Peristiwa banjir Bandang yg menimpa Kabupaten Garut benar2 mengusik rasa solidaritas kita. IDI Bekasi bekerjasama dengan dinas kesehatan kab bekasi turut serta berpartisipasi meringankan beban saudara2 kita di Garut melalui mobilisasi bantuan dari teman2 sejawat sekabupaten Bekasi. Bahan sumbangan terkumpul dan disiapkan pada tanggal 24 september 2016 oleh sie pengabdian masyarakat diketuai dr Rani, dr Ade dkk. Sumbangan dikirimkan tanggal 25 September 2016 langsung ke lokasi bencana diwakili oleh dr Amran dan dr Rosa dengan restu dari Noor Arida Sofiana MBA selaku ketua IDI Bekasi
SIMPOSIUM & WORKSHOP DERMATOVENEREOLOGY (10-12 SKP)
Pertama kali di selenggarakan di Indonesia!
Klinik Orchid bersama FKUI mengadakan
Sismposium dan Workshop yang mengupas tuntas topik kesehatan kulit & kelamin di seputar masyarakat kawasan industri:
SIMPOSIUM & WORKSHOP DERMATOVENEREOLOGY (10-12 SKP)
“Serba-serbi penyakit kulit dan kelamin di seputar masyarakat kawasan industri”
Sabtu, 8 Oktober 2016
Venue : HOLIDAY INN
Jababeka1 Cikarang.
Speaker: Dosen Aktif Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI-RSCM Jakarta
——————————–
Speaker & Tema Simposium & Workshop:
Workshop sessi I:
Dr. Lili Legiawati, SpKK(K)
(Kepala Dept. IK Kulit dan Kelamin FKUI RSCM Jakarta)
Topik: “ Mengenali Akne akibat Pajanan Bahan Kimia”
Workshop Sessi II:
Dr. Melani Marissa, SpKK
(Dosen IKKK FKUI-RSCM)
Topik: “Gejala Klinis dan Tatalaksana Penyakit Kulit akibat Malnutrisi”
Simposium sessi I:
Dr. Windy Keumala Budianti, SpKK
(Dosen IKKK FKUI-RSCM)
Topik:”Serba-serbi Dermatosis akibat Kerja”
Simposium sessi II:
Dr. Githa Rahmayunita, SpKK
(Dosen IKKK FKUI-RSCM)
Topik: Gambaran Klinis dan Tatalaksana Proriasis
Simposium sessi III:
Dr. Rinadewi Astriningrum, SpKK
(Dosen IKKK FKUI-RSCM)
Topik: “Kelainan Kulit akibat Gangguan Metabolik”
Workshop sessi III:
Dr. Andina Bulan
(Dosen IKKK FKUI-RSCM)
Topik: Pendekatan Sindrom pada berbagai kasus IMS”
Workshop sessi IV:
Dr. R. Amanda Sumantri, SpKK
(Dosen IKKK FKUI-RSCM)
Topik: Mengenali Kelainan Kulit akibat Hiperpigmentasi akibat Pajanan Bahan Kimia
Reg simposium & Workshop (selama kursi tersedia):
Early Bird (sdh termsk simpo dan Workshop)
(s/d 30 Juni 2016)
Rp. 650.000 (GP & PPDS)
Rp. 750.000 (Spesialis)
Reguler (termsk simposium & Workshop)
(1 Juli 2016 – 7 Oktober 2016)
Rp. 850.000 (GP & PPDS)
Rp. 1.050.000 (Spesialis)
On Site (termsk simpo & Workshop)
(8 Oktober 2016)
Rp. 1.150.000(GP & PPDS)
Rp. 1.350.000 (Spesialis)
Fasilitas: Coffee Break, Lunch Buffet, Sertifikat, Materi pdf.
Registrasi:
Bpk. Indra
Telp/SMS: 081287202946
Pin BB: 7CA74A44
Bank Mandiri:
A/n: PT. Hamizan Sukses Barokah
Acc. No: 1560007096219
Temu Media dalam rangka Hari TB Sedunia 2016
Jakarta, (23/3) Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Mohamad Subuh, MPPM dalam rangka menyambut Peringatan Hari TB Sedunia tahun 2016 yang tahun ini dapat dijadikan sebagai momentum “Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB”dengan Tema global untuk Hari TB sedunia untuk tahun 2016 “Unite to End TB“ dalam temu media di ruang Prof.DR.Mahar Mahardjono Gedung Kementerian Kesehatan RI mengatakan Sekitar 30 ribu pasien tuberculosis (TB) terancam mengalami kebal obat atau multidrug resistant(MDR) setiap tahunnya. Mereka adalah pasien TB yang tidak menyelesaikan minum obat dengan berbagai alasan. Sejatinya jika diobati dengan benar maka TB bisa disembuhkan 6-9 bulan. Menurut beliau sebenarnya kunci pengobatan TB adalah kepatuhan pasien minum obat. Jika di tengah perjalanan pasien berhenti minum obat dan memutuskan tidak melanjutkan maka pasien TB akan mengalami TB MDR.
Subuh mengingatkan penanganan dan pengobatan TB MDR jauh lebih rumit dan mahal. Sebagai perbandingan pasien TB reguler hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 1,2 juta per 6 bulan. Sedang pasien TB MDR bisa menghabiskan dana Rp 100 juta per tahun. Karena itu Subuh meminta agar pasien TB displin minum obat. Diakui Subuh, Indonesia sudah melakukan banyak upaya agar mencapai eliminasi TB. Tetapi selama 15 tahun terakhir ini kasus TB masih belum juga bisa dieliminasi. Karena itu Kemenkes akan melakukan ‘sweeping’ terhadap penderita TB. Targetnya dalam satu tahun bisa menemukan minimal 500 ribu pasien termasuk pasien TB MDR. Pencarian pasien TB ini dilakukan dengan pendekatan keluarga melalui gerakan TOSS (temukan pasien TB, obati sampai sembuh).
Selain itu juga memperluas akses pengobatan melalui puskesmas dan dokter umum. “Targetnya kita kurangi seminimal mungkin kasus TB. Temu media ini awali dengan sestimoni penderita TB yang telah sembuh dari penyakit TB. (BI/PK Humas)
*) http://pppl.depkes.go.id/focus?id=1639
Peringatan Hari Kanker Sedunia : Kami.Bisa, Aku Bisa
Jakarta, (4/2) Setiap tanggal 4 Februari masyarakat dunia memperingati Hari Kanker Sedunia (WCD). Hal ini dilakukan untuk mengingatkan dunia tentang penyakit kanker dan dampak serta pentingnya upaya pengendalian kanker. Peringatan WCD 2016 bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa kanker dapat dikendalikan bersama dan mulai dari diri kita sendiri.
Tema WCD tahun ini ”Kami Bisa, Aku Bisa” untuk menyebarkan pesan bahwa setiap orang, baik secara bersama maupun individu bisa mengambil peran dalam mengurangi beban dan permasalahan kanker. Berkenaan dengan tema tersebut, pesan utama peringatan Hari Kanker Sedunia tahun 2016 adalah menurunkan risiko kanker antara lain melalui: 1) Cegah dan atasi kanker dengan menghindari secara bersama faktor risiko, mengenali tanda dan gejala serta melakukan deteksi dini, 2) Cegah kanker dengan tidak merokok / terpapar asap rokok, diet sehat dengan kalori seimbang dan rajin beraktifitas fisik, 3) Menciptakan Lingkungan Sehat, 4) Bekerjasama menggerakkan jejaring dalam mendorong dan mewujudkan upaya pengendalian kanker.
Pertemuan Ilmiah tahunan IDI Cabang Kabulaten Bekasi Tahun 2015
Penghujung tahun 2015, IDI Cabang Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT)dalam bentuk workshop dan seminar, dengan tema “Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Dokter Layanan Primer dari Multi Disiplin Ilmu di Era JKN”. Diangkatnya tema tersebut merupakan bagian tanggung jawab IDICabang Kabupaten Bekasi sebagai fasilitator dan pengayom bagi para dokter dalam menghadapi segala fenomena sosialmenyangkut profesi dokter di era JKN.
Pertemuan Ilmiah Tahunan IDI Cabang Kabupaten Bekasi mengintegrasikan semua layanan disiplin ilmu yang dibutuhkan bagi dokter layanan primer agar dapat melakukan pelayanan sesuai dengan panduan praktek klinis dan standar profesi. Sebanyak delapan Workshop dari disiplin Ilmu Penyakit Dalam, Bedah, Kardiologi dan Anak dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang, dilanjutkan delapan Simposium selama dua hari di Grand Valore Hotel Cikarang, dihadiri lebih dari 250 peserta.
Sesuai dengan tema yang diangkat dalam kegiatan tahunan tersebut, IDI Cabang Kabupaten Bekasi berupaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan anggota sehingga dokter dapat menjalankan profesinya dalam zona yang aman dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan etika. Terkait hal tersebut, pada simposium hari pertama disampaikan
Regulasi Gratifikasi, Pengobatan Rasional dan Update Informasi Pengembangan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (P2KB) oleh pakar di bidang masing-masing (materi kegiatan dapat diunduh).
Semoga kegiatan tersebut bermanfaat dan terima kasih atas partisipasi yang tinggi dari seluruh peserta.
Salam Sehat
IDI Cabang Kabupaten Bekasi


















