Sinergi ARSSI, IDI, dan APINDO Hadirkan Bantuan dan Pengobatan Massal di Aceh

Undangan Terbuka DEBAT PUBLIK JKN

Slide1

MUSCAB IDI KAB BEKASI 2018

Dokter Indonesia terkhusus para dokter di Kabupaten Bekasi sebagai warga bangsa yang ikut aktif dalam gerakan dan perjuangan kesehatan masyarakat, sadar akan hak dan kewajibannya serta peran dan tanggung jawabnya kepada umat manusia dan bangsa, bertekad memberikan darma baktinya untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 dalam kehidupan keprofesian.

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Bekasi, adalah organisasi profesi yang mewadahi seluruh dokter yang berdomisili dan bertugas di Kabupaten Bekasi. Dalam usianya yang ketigabelas tahun ini IDI Cabang Kabupaten Bekasi telah melalui 4 periode masa kepemimpinan dengan 2 ketua yang luar biasa; dr Sumarti periode 2005-2008 dan periode 2008-2011 dilanjutkan Dr Noor Arida Sofiana MBA periode 2011-2014 dan periode 2014-2017 telah berhasil membawa IDI berperan penting baik bagi anggota dan masyarakat luas di Kabupaten Bekasi ini.

Sebagaimana sebuah organisasi yang sehat maka tibalah saatnya untuk dilakukan regenerasi kepemimpinan demi melanjutkan kiprah organisasi. Oleh karena itu IDI melaksanakan Musyawarah Cabang IDI Kabupaten Bekasi yang merupakan badan tertinggi dalam organisasi profesi IDI Kabupaten Bekasi.

Dengan didahului sidang pramuscab pada tanggal 9 Desember 2017 di Hotel Novotel Bogor dan persiapan Muscab yang didahului seminar HKN yang berlangsung sukses di hotel Celectone Jababeka. Muscab IDI ditetapkan untuk diselenggarakan pada tanggal 20 January 2018 di Hotel Holiday Inn Jababeka.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KETUA PERIODE 2014-2017

Sampailah pada hari ditentukan di hari Sabtu yang cerah. Muscab IDI Kab Bekasi ternyata mendapat perhatian dari IDI Pusat, terbukti dengan hadirnya 4 pengurus IDI Pusat termasuk Sekjen PB IDI dr Moh Adib Khumaidi SpOT. Acara muscab didahului dengan seminar dan dilanjutkan acara pemilihan ketua IDI Cabang Kabupaten Bekasi periode 2018-2021 yang diawali laporan pertanggungjawaban Ketua IDI Cabang Kabupaten Bekasi periode 2014-2017 dr Hj Noor Arida Sofiana MBA. Laporan dihantarkan beliau berlangsung mulus dan laporan diterima oleh seluruh anggota sidang.

Terselip keharuan yang amat dalam karena kita mengetahui bahwa Ketua IDI yang kita kenal akrab dengan panggilan dr Arida adalah pribadi yang totalitas dalam menahkodai IDI tantangan-tantangan yang melanda profesi kedokteran dan di tengah-tengah kesibukannya yang luar biasa di organisasi-organisasi yang tak kalah menuntut tanggung jawab besar pula. Beliau tercatat pernah sukses menjabat sebagai Ketua ARSSI Purwabeka, Ketua Bidang JKN PB IDI hingga saat ini dan jabatan beliau sebagai Direktur Rumah Sakit yang cukup dikenal di Kabupaten Bekasi tentulah membutuhkan energi dan menguras pemikiran yang tidak sedikit dan semua berhasil diemban beliau dengan sukses. Tak heran julukan srikandi IDI melekat pada beliau..  dan tak heran pula laporan pertanggungajawaban beliau yang penuh dengan cerita keberhasilan dan legacy mendapat standing applause dari peserta sidang dan menimbulkan keharuan yang mendalam bagi teman-teman sejawat pengurus yang beruntung pernah bekerja sama dengan beliau.

JALANNYA PEMILIHAN

Setalah laporan pertanggungjawaban dr Arida diterima, tibalah momen yang paling ditunggu oleh seluruh peserta muscab dan diikuti secara langsung via media sosial oleh segenap dokter IDI cabang Kabupaten Bekasi yang berjumlah lebih dari 1400 anggota, yaitu proses pemilihan ketua IDI penerus dr Arida dan tentunya dengan inti visi misi meneruskan kisah sukses yang telah diukir oleh para ketua pendahulu dr Sumarti dan dr Arida

Setelah Steering Committe yang dipimpin oleh dr Eddy Supriyatna MKK menetapkan tata cara pemilihan dan menetapkan para calon kemudian ditentukanlah presidium yang akan menjalankan acara pemilihan  yang dipimpin oleh dr Kusdinar Diyon SpS yang dibantu oleh dr Hj Irina Auruma selaku sekretaris dan dr Iskandar Suhardi sebagai anggota.

Terdapat 3 calon ketua yang maju untuk menjadi nahkoda IDI Kabupaten Bekasi yaitu : dr Amran A Raga, dr H Alamsyah Mkes dan dr H Mulyana Syarip Panija MARS. Ketiga peserta ternyata telah mempersiapkan diri dengan sangat baik karena sadar akan tanggung jawab meneruskan kisah keberhasilan pemimpin yang terdahulu bukanlah hal main-main.

Ketiga calon sepakat saling menghargai, saling mendukung dan akan menguatkan siapapun yang terpilih kelak di antara mereka. Setelah penyampaian visi misi yang cukup oratif dan baik oleh masing-masing kontestan, dilakukan pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh peserta Muscab yang ber KTA IDI cabang Bekasi. Animo peserta muscab cukup tinggi, terlihat dari kesabaran peserta dalam memberikan suara dan aspirasi sesuai haknya.

KETUA TERPILIH

Dan akhirnya terpilih dr H Mulyana Syarip Panija MARS dengan perolehan suara yang cukup meyakinkan. Hal ini menunjukkan legitimasi yang kuat dan kepercayaan  serta harapan yang tinggi untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dr H Mulyana Syarip Panija MARS yang akrab dipanggil dr Mulyana atau dr Mul dikenal sebagia pemimpin muda yang energic, pintar dan total dalam mengemban setiap tanggung jawab yang diamanahkan kepada beliau. Beliau dikenal jua sebagai Ketua ASKLIN Komisariat Cabang Kabupaten Bekasi.

Akhirkata redaksi website idikabekasi.org dan seluruh jajaran pengurus IDI Kabupaten Bekasi beserta segenap teman sejawat anggota IDI Kabupaten Bekasi menghaturakan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada dr Hj Noor Arida Sofiana MBA atas jasa-jasa dan dedikasi yang luar biasa dan selamat kepada dr H Mulyana Syarip Panija MARS ketua terpilih IDI Kabupaten Bekasi, semoga amanah dan sukses mengemban tugas menahkodai IDI Cabang Kabupaten Bekasi periode 2018-2021 (humas)

Unduh

unduh materi paparan

<Download paparan>

Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat: Dokter Makan Ikan, Sayur-Buah bersama Masyarakat

thCAKGRKO9

Memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke 109, IDI Kab.Bekasi menyelanggarakan beberapa rangkaian acara. Diawali dengan penyelenggaraan Lomba Dokter Kecil tingkat Kab. Bekasi tanggal 15 Mei 2017 dan workshop peningkatan kompetensi dokter di FKTP pada tanggal 17 dan 18 Mei 2017. Rangkaian acara HBDI dilanjutkan pada acara puncak tanggal 20 Mei bertepatan dengan Hari kebangkitan Nasional, dengan mengadakan kegiatan  makan ikan, sayur dan buah bersama masyarakat yang dilaksanakan di kampung nelayan Muara Gembong. Acara puncak tersebut merupakan dukungan IDI Kab.Bekasi terhadap Pencanangan Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat yang merupakan salah satu kegiatan HBDI 109 tingkat pusat yang diselenggarakan di Makasar pada 13 Mei lalu.

Puncak acara HBDI di Kab. Bekasi tersebut diawali dengan beberapa kegiatan diantaranya Bakti sosial berupa pemberian 250 paket sembako pada masyarakat setempat. penyerahan buku pedoman dan leaflet Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan kepada Kepala Puskesmas Muara Gembong serta penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh dr. Telly Purnamasari A, M.Epid.

Dalam sambutannya, ketua acara dr. Amran A Raga menyampaikan serangkaian acara tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan PB IDI untuk mewujudkan Reformasi Sistem Pelayanan Kesehatan Kedokteran yang Komprehensif dan Multisektoral Menuju Indonesia Sehat.

Selamat Hari Bakti Dokter Indonesia……….Ayo bangkit…dokter Indonesia…dokter untuk Bangsa, berdaulat bersama rakyat.

Workshop IDI Kab.Bekasi Dalam Rangka HBDI 2017 IDI Kab.Bekasi

Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat pertama, khususnya  bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), memberikan  pelayanan yang   bermutu merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh dokter di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama). Namun hingga saat ini masih banyak dilaporkan tingginya angka rujukan kasus non spesilistik dari FKTP ke pelayanan kesehatan lanjutan (FKTL) yang semestinya kasus-kasus tersebut dapat ditangani secara tuntas di FKTP. Hal ini berdampak pada besarnya beban biaya BPJS Kesehatan yang harus dikeluarkan untuk pelayanan di tingkat lanjutan.

Peningkatan kompetensi dokter untuk menangani kasus yang harus tuntas di FKTP menjadi perhatian khusus untuk menekan angka rujukan non spesialistik ke FKTL. Salah satu upaya yang dilakukan oleh IDI Kab.Bekasi adalah menyelengggarakan workshop peningkatan kompetensi dokter FKTP di era JKN, bekerjasama dengan BPJS Kesehatan cabang Cikarang. Tema yang diangkat adalah  “Meningkatkan Kompetensi Dokter Umum Untuk Menurunkan Angka Rujukan Kasus Non Spesialistik di FKTP”. Sebanyak 20 workshop disampaikan oleh para ahli dalam berbagai disiplin spesialistik, berlangsung selama 2 hari pada tanggal 17 dan 18 Mei 2017 di RS Sentra Medika Cikarang. Acara dibuka oleh Ketua IDI Kab. Bekasi ( dr. Noor Arida Sofiana, MBA) dan Kepala BPJS Cabang Cikarang (dr. Indah). Dalam sambutannya, dr, Noor Arida menghimbau  anggota IDI Kab.Bekasi untuk turut serta berpartisipasi pada acara puncak HBDI yang akan diadakan di kampung nelayan Muara Gembong dengan melakukan berbagai kegiatan diantaranya “Dokter makan ikan, sayur-buah bersama masyarakat”. Ketua Panitia, dr. Elwin Affandi, MM menyampaikan antusias peserta yang luar biasa dalam acara workshop kali ini, ditandai dengan lebih dari 100 peserta yang hadir, yang kali ini khusus ditujukan bagi anggota IDI Kab, Bekasi.  Semoga upaya ini berdampak positf dalam menekan angka rujukan kasus non spesialistik dari FKTP ke FKTL.  (Seluruh materi dapat diunduh pada blok Ilmiah web ini).

 

 

Lomba Dokcil Dalam Rangka HBDI 2017 IDI Kab.Bekasi

 

dokcil

 

Lomba Dokter Kecil (Dokcil) merupakan salah satu program kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang rutin dilakukan setiap tahun. Bekerjasama dengan IDI Kabupaten Bekasi, kegiatan lomba Dokcil dilaksanakan tanggal 15 Mei 2017 di RS. Sentra Medika Cikarang. Peserta adalah murid kelas 4 SD sebanyak 78 peserta dari 39 puskesmas yang mengikuti lomba.

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Sri Eni dilanjutkan dengan tes tulis untuk menjaring pemenang 10 besar. Selanjutnya pemenang 10 besar mengikuti tes lanjutan berupa tes ketrampilan dan praktek Dokcil. Dewan juri yang disediakan oleh IDI Kabupaten Bekasi terdiri dari dua orang yaitu dr. David Mokodompis dan dr. Telly Purnamasari A, M.Epid merupakan juri independen yang tidak bekerja di lingkungan Dinas Kesehatan ataupun Puskesmas Kabupaten Bekasi.  Penilaian juri tidak hanya berdasarkan kemampuan peserta dalam menjawab materi, namun juga menilai ketrampilan praktek, performance dan wawasan peserta terkait isu kesehatan yang sedang berkembang saat ni. Dewan juri memutuskan 3 orang pemenang untuk maju dalam lomba Dokcil tingkat Propinsi. Pemenang pertama diraih oleh M.Raihan Naufal Ramadhan dari SDN Wanasari 12, diikuti Aftina Salira dari SDN Mangunjaya 07 dan Cheesa A.Z.R dari SDN Wanasari 03. Dua dari tiga pemenang tersebut selanjutnya akan dibina oleh IDI, Dinas Kesehatan dan Tim Puskesmas untuk persiapan mengikuti lomba di tingkat propinsi. Tahun 2014 lalu, Dokcil Kab.Bekasi meraih juara 1 tingakt Propinsi Jawa Barat. Diharapkan utusan Dokcil Kabupaten Bekasi tahun ini dapat kembali meraih kemenangan di tingkat propinsi dan nasional. Semoga !!

Selamat dan sukses untuk para pemenang.

Workshop dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke.109

BROSUR IDI 2017

Workshop & Seminar

Mari kita tingkatkan kompetensi dengan menambah wawasan ilmu pengetahuan dan keterampilan dari para Narasumber dan  para pakar pada bidangnya.

 

brosur-pit-depan-baru

brosur-pit-belakang